Thursday, January 19, 2017

Manfaat Kopi dan Rokok

Assalamu'alaikum.....

Zainul~ Met pagi dulur, gimana kabar hari ini, sehat semua bukan??!! Bangun dari tidur jangan lupa buat menunaikan kewajiban kita, Sholat Subuh dulur... Bagi kita yang Muslim jangan sampai Sholat kita lupakan dan tak lupa "Songsong pagi dengan secangkir kopi dan sebatang rokok".

Bagi sebagian besar kaum Adam, Rokok dan kopi menjadi keharusan yang ada di pagi hari. Tanpa itu kita seperti kehilangan semangat menempuh hari.


Sehabis pulang dari Mushola kopi dan rokok sudah di sediakan oleh istri di rumah. Baru setelah itu kita para suami berangkat bekerja (bagi yang punya pekerjaan) hehe. Entah kerja di sawah, pasar dll. Bagi yang kerja di kantor selesai Sholat Subuh jangan tidur lagi, alangkah baiknya di isi membaca AL QURAN atau jogging.

Kebiasaanya ini sudah ada sejak dulu, dan menjadi warisan leluhur. Terlepas dari isu berita baik buruknya kopi dan rokok, yang pasti kebiasaan semacam itu berguna untuk mendidik seorang istri supaya berbakti pada suami dan menumbuhkan rasa kasih sayang antara keduanya..


Pernahkah terpikir "Mengapa berita berita perceraian kerap di alami para artis dan orang orang kaya?". Menurut saya "Karena kurangnya jalinan kasih mereka di sebabkan kesibukan masing masing".
"Kita kan punya membantu mas, biar mereka yang siapin semuanya!!".
Cara berpikir beginilah yang keliru menurut saya. Tugas pembantu/asisten rumah tangga adalah meringankan pekerjaan rumah kita, bukannya mengantikan semua tugas kita. Jika ada pembantu yang usil dan menimpali pernyataan diatas seperti ini "kok ya gak sekalian to bu, gantiin tugas ibu di kamar" (Imajinasi penulis).
Gimana reaksi para istri dengan jawaban seperti itu. Maka dari itu sebaiknya tugas melayani suami di kerjakan sendiri, jangan semua di serahin asisten. Misal menyiapkan Kopi dan Rokok di pagi hari, menyiapkan baju suami dll. Bisa menjadi bentuk perhatian dan kasih sayang seorang istri pada suaminya.

Metode ini yang di ajarkan langsung oleh para leluhur yang tidak kita dapati di pelajaran sekolah.
Demi menjaga keharmonisan rumah tangga lakukan cara seperti di atas.
Untuk para suami supaya keharmonisan seimbang, metodenya akan kita bahas di artikel selanjutnya.

Wassalamu'alaikum....

Wednesday, January 18, 2017

Memaknai arti kata Dancok/Dancuk

Assalamu'alaikum.....
Zainul~ jumpa kali ini kita coba bahas tentang kata kata yang sangat familiar, khususnya orang Jawa Timur. Pasti banyak yang sudah tahu dengan kata ini "dancok" atau "dancuk".

Satu kata yang banyak di ucapkan orang dewasa tetapi larangan buat anak kecil. Di karenakan anak kecil "belum tahu arti/tujuannya" padahal kenyataannya orang dewasa pun sama.

Ketidak pantasan mengucapkan kata itu (dancok) di sebabkan karena kebanyakan kata itu keluar atau terucap dalam keadaan emosi yang negatif (marah). Inilah mungkin yang menjadikan kata itu larangan khususnya buat anak kecil.

Berbeda banget dengan kita yang sudah dewasa.
"Cuk, dancuk. Suwi ra pethok tak kiro wes mati", (gak usah di terjemahin ya...). Kalimat seperti itu bagi yang sudah dewasa malah menjadi cermin keakraban.


Dancuk sebenarnya berasal dari bahasa arab. Dalam ilmu Nahwu Shorof, berasal dari kata daa dan suu'.
Daa= iki iku wong lanang (aku lelaki/pria)
Suu'= kang olo (yang buruk)
Jadi bisa di bilang asal katanya "daasuu' "memiliki arti "aku pria yang buruk".
Menyadari kalau kita ini laki laki yang buruk, biar bisa intropeksi. Jadi kata ini tidak cocok buat kaum Hawa.

Lidah masyarkat jawa tulen kata daasuu' sedikit sulit diucapkan dan berubah menjadi dancuk/dancok.
Banyak bahasa jawa yang berasal dari luar seperti bahasa Arab, yang di gunakan orang jawa tetapi berubah dari bahasa aslinya, seperti "semelah" yang katanya dari "bismillah" dan banyak yang lain.

Asal asul dan arti kata dancuk tidak saya ketahui dalam bahasa jawa. Jika ada pembaca yang mengerti dan paham mohon wejangannya.

Kurang lebih seperti itu yang saya tahu, Khususnya yang paham Nahwu dan Shorof mohon di luruskan.
Wassalamu'alaikum....

Tradisi Jawa~ Kenduri

Assalamu'alaikum.....

 Hai sobat ketemu lagi dengan Zainul~ Masih dalam rangka menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya lokal, kali ini yang coba kita bahas adalah soal "Kenduri/Selamatan".

Kenduri atau Selamatan sering di lakukan masyarakat pada saat saat tertentu, Nikahan, Khitanan, Bersih Desa, orang meninggal dll. Masih sering tradisi itu kita jumpai di sekitar kita, tetapi menjadi pro kontra di kalangan tertentu. Maaf bukan niat memprovokasi atau apa, bukan juga supaya yang kontra menjadi pro. Hanya mencoba mengupas tentang kenduri itu sendiri menurut pribadi penulis yang PRO.

Sebenarnya kenduri/selamatan pada dasarnya sebagai sarana meminta Keselamatan, atau luapan rasa syukur kita karena sebab tertentu misal dapat pekerjaan, jodoh atau apalah itu. Kita saja jika mendapat uang/gaji lebih juga mentraktir temen2 walaupun cuma bakso semangkok.

Kenduri manten/nikahan meminta Keselamatan buat yang punya hajat, yang di undang ,ketika acara berlangsung dan suksesnya acara itu. Tidak lupa mendoa supaya mempelai berdua hidup rukun bahagia.

Doa dalam Kenduri untuk orang yang meninggal, hajat khususnya supaya arwah orang tersebut mendapat ampunan ALLAH dan mendapatkan RahmatNya. Pernah ada temen yang bertanya "apa doa seperti itu di kabulkan", pertanyaan ini dengan ringan saya jawab "doa saya pasti di dengar ALLAH soal di kabulkan atau tidak ya saya gak tahu''.

Berasal dari ajaran Hindu-Budha atau Islam, Kenduri adalah warisan budaya dan tradisi para leluhur yang memiliki nilai positif.

Wassalamu'alaikum....

NB: kenduri= traktiran (menurut saya)