Assalamu'alaikum.....
Zainul~ jumpa kali ini kita coba bahas tentang kata kata yang sangat familiar, khususnya orang Jawa Timur. Pasti banyak yang sudah tahu dengan kata ini "dancok" atau "dancuk".
Satu kata yang banyak di ucapkan orang dewasa tetapi larangan buat anak kecil. Di karenakan anak kecil "belum tahu arti/tujuannya" padahal kenyataannya orang dewasa pun sama.
Ketidak pantasan mengucapkan kata itu (dancok) di sebabkan karena kebanyakan kata itu keluar atau terucap dalam keadaan emosi yang negatif (marah). Inilah mungkin yang menjadikan kata itu larangan khususnya buat anak kecil.
Berbeda banget dengan kita yang sudah dewasa.
"Cuk, dancuk. Suwi ra pethok tak kiro wes mati", (gak usah di terjemahin ya...). Kalimat seperti itu bagi yang sudah dewasa malah menjadi cermin keakraban.
Dancuk sebenarnya berasal dari bahasa arab. Dalam ilmu Nahwu Shorof, berasal dari kata daa dan suu'.
Daa= iki iku wong lanang (aku lelaki/pria)
Suu'= kang olo (yang buruk)
Jadi bisa di bilang asal katanya "daasuu' "memiliki arti "aku pria yang buruk".
Menyadari kalau kita ini laki laki yang buruk, biar bisa intropeksi. Jadi kata ini tidak cocok buat kaum Hawa.
Lidah masyarkat jawa tulen kata daasuu' sedikit sulit diucapkan dan berubah menjadi dancuk/dancok.
Banyak bahasa jawa yang berasal dari luar seperti bahasa Arab, yang di gunakan orang jawa tetapi berubah dari bahasa aslinya, seperti "semelah" yang katanya dari "bismillah" dan banyak yang lain.
Asal asul dan arti kata dancuk tidak saya ketahui dalam bahasa jawa. Jika ada pembaca yang mengerti dan paham mohon wejangannya.
Kurang lebih seperti itu yang saya tahu, Khususnya yang paham Nahwu dan Shorof mohon di luruskan.
Wassalamu'alaikum....
Zainul~ jumpa kali ini kita coba bahas tentang kata kata yang sangat familiar, khususnya orang Jawa Timur. Pasti banyak yang sudah tahu dengan kata ini "dancok" atau "dancuk".
Satu kata yang banyak di ucapkan orang dewasa tetapi larangan buat anak kecil. Di karenakan anak kecil "belum tahu arti/tujuannya" padahal kenyataannya orang dewasa pun sama.
Ketidak pantasan mengucapkan kata itu (dancok) di sebabkan karena kebanyakan kata itu keluar atau terucap dalam keadaan emosi yang negatif (marah). Inilah mungkin yang menjadikan kata itu larangan khususnya buat anak kecil.
Berbeda banget dengan kita yang sudah dewasa.
"Cuk, dancuk. Suwi ra pethok tak kiro wes mati", (gak usah di terjemahin ya...). Kalimat seperti itu bagi yang sudah dewasa malah menjadi cermin keakraban.
Dancuk sebenarnya berasal dari bahasa arab. Dalam ilmu Nahwu Shorof, berasal dari kata daa dan suu'.
Daa= iki iku wong lanang (aku lelaki/pria)
Suu'= kang olo (yang buruk)
Jadi bisa di bilang asal katanya "daasuu' "memiliki arti "aku pria yang buruk".
Menyadari kalau kita ini laki laki yang buruk, biar bisa intropeksi. Jadi kata ini tidak cocok buat kaum Hawa.
Lidah masyarkat jawa tulen kata daasuu' sedikit sulit diucapkan dan berubah menjadi dancuk/dancok.
Banyak bahasa jawa yang berasal dari luar seperti bahasa Arab, yang di gunakan orang jawa tetapi berubah dari bahasa aslinya, seperti "semelah" yang katanya dari "bismillah" dan banyak yang lain.
Asal asul dan arti kata dancuk tidak saya ketahui dalam bahasa jawa. Jika ada pembaca yang mengerti dan paham mohon wejangannya.
Kurang lebih seperti itu yang saya tahu, Khususnya yang paham Nahwu dan Shorof mohon di luruskan.
Wassalamu'alaikum....

No comments:
Post a Comment