Sunday, January 15, 2017

Melestarikan tradisi/budaya lokal yang hampir sirna

Assalamu'alaikum...

  Hari yang cerah bukan. Di zaman modern ini banyak sekali perubahan yang terjadi, bukannya tidak suka perubahan, tapi alangkah baiknya jika berubah ke arah yang lebih baik. Sebagai masyarakat lokal mari kita coba "Melestarikan tradisi/budaya lokal yang hampir sirna". 

  Di era modern ini kebanyakan malah bisa di bilang semua adalah meterialistik. Sedikit dikit uang, uang kok sedikit banyak napa!!! Hehehehe....

  Gotong royong merupakan budaya tradisi masyarakat kita. Sikap gotong royong, bahu membahu menjadi cikal bakal terbentuknya suatu masyarakat. 
   Saat masih kecil, sering kita jumpai gotong royong mendirikan gubuk/rumah tetangga kita. Cuma di kasih konsumsi seadanya pun semua bekerja dengan suka cita, Tanpa imbalan uang sepeserpun. Begitu juga kalau kita membutuhkan tenaga mereka, dengan suka cita merekapun datang bahkan tanpa diminta. 

  Budaya dan tradisi seperti inilah yang mulai sirna. Sekarang yang banyak adalah mengerjakan tukang, membayar urusan kelar. 

Kita diteruskan seperti ini apa jadinya masyarakat kita. Sikap toleransi dan kerjasama mulai pudar, di kota kota apalagi yang perumahan bahkan dengan tetangga pun kadang kita tidak kenal. Itulah efek kecil dari materialistik dan pudarnya sifat gotongroyong.

  Untung saja saya hidup di desa jadi hal hal seperti itu tak begitu kerasa. Meskipun begitu kekhawatiran pun ada, jangan sampai perkara seperti itu merusak masyarakat apalagi menghilangkan kepribadian bangsa kita tercinta.

  Tolong share artikel ini semoga bisa membantu mempertahankan kebudayaan dan tradisi bangsa kita.
     NKRI TERCINTA √√
     NUSANTARA JAYA √√

Wassalamu'alaikum……

No comments:

Post a Comment